Produk Tas Counture

28/04/10

Gn. Kerinci (3.805 mdpl)

Menjamah puncak berapi tertinggi di Sumatera
Gunung Kerinci berada dalam kawasan wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Dengan ketinggian 3.805 mdpl. Menjadi gunung tertinggi di pulau Sumatera dan gunung api tertinggi di Indonesia, dengan luas kira-kira 1.484.650 hektar.

Secara geografis terletak pada koordinat 101 10’ LU – 1 42’34,84” BT. Terletak di dua kabupaten yaitu Kerinci dan Sulak Deras. Catatan yang ada menyebutkan dinding kawahnya berukuran 600 m x 580 m pernah menyemburkan lahar saat meletus pada tahun 1970. Untuk mendaki gunung ini hanya bisa melalui satu jalur (sisi selatan gunung) yaitu melalui desa Kersik Tuo kelurahan Kayu Aro kecamatan Gunung Kerinci (1.500 mdpl). Penduduk di desa ini mayoritas adalah suku Jawa.

Akses Menuju Gn. Kerinci dari Jakarta

Gn. Kerinci dapat ditempuh dari Jambi dan Padang.

Rute 1

Terminal Rawamangun – Terminal Bangko,Jambi (Bus Sumatera, Rp. 300.000, 30 jam – data tahun 2006)
Terminal Bangko – Sungai Penuh (Bus ¾ atau Colt, Rp. 35.000, 5 jam – data tahun 2006)
Sungai Penuh – Kersik Tuo Kayu Aro, turun di Simpang Macan (Angkot Rp. 20.000, 2 jam).
Lama perjalanan dari Jakarta hingga titik start pendakian (Pos Balai TNKS Pondok Kerja-R10) dengan menggunakan jalur darat yaitu sekitar 2 hari 2 malam.


Rute 2
Terminal Rawamangun/Bandara Soekarno Hatta - Padang
Padang – Kayu Aro Kersik Tuo, turun di Simpang Macan

Start Pendakian

Simpang Macan – R 10 (Register 10) Pos Jagawana (1.611 mdpl)
Simpang, Desa Kayu Aro Kersik Tuo adalah titik awal Pendakian menuju Puncak gunung Kerinci. Biasanya Bus atau kendaraan umum mengantar para petualang hanya sampai di simpang macan ini, Jika cuaca cerah gunung Kerinci sangat jelas terlihat dan tampak berdiri angkuh. Perjalanan dilanjutkan menuju Pondok R 10 (Register 10) dengan pemandangan disepanjang jalan dihiasi Kebun Teh milik PTPN VIII dan kondisi jalan yang masih relatif landai. Jalan masuknya melalui gerbang TNKS. Di samping gerbang itu ada sebuah patung harimau, yang dibangun pada tahun 1996.

Untuk memasuki TNKS, pengunjung harus membayar biaya retribusi. Tidak tercantum jelas berapa harganya. Terkadang tidak perlu membayar jika pos pemeriksaan kosong. Menurut beberapa penduduk, pos itu baru beroperasi pada hari-hari libur umum saja seperti tahun baru dan 17 Agustus-an. Jika pos pemeriksaan kosong, pendaki disarankan meninggalkan secarik kertas yang berisi nama-nama anggota pendakian, alamat dan waktu pendakian, lalu ditempel di depan loket pendaftaran. Saat turun kertas tersebut diambil kembali. Butuh ± 1 jam perjalanan dari Simpang Macan untuk sampai R 10.

R 10 (1.611 mdpl) – Pintu Rimba (1.800 mdpl)

Perjalanan dari R 10 menuju Pintu Rimba melewati ladang penduduk dengan kombinasi tanaman hortikukltura, kebun teh telah berada di bawah dan tak akan kita temui lagi.

Setelah berjalan sejauh ± 3 kilometer, akan segera ditemui sebuah pos. Dari sinilah titik start pendakian sesungguhnya dimulai.
Ikuti saja jalan satu jalur yang ada tanpa harus memikirkan belok kiri atau kanan. Prinsip, mendaki gunung Kerinci hanyalah lurus mengikuti jalan setapak. Jalurnya sudah terbuka lebar, selain itu di sepanjang jalan juga dipenuhi tanda-tanda dan penunjuk arah. Air agak sulit ditemukan selama pendakian. Hanya ada dua tempat mengambil air, yakni beberapa menit setelah melewati pos pertama dan di shelter II. Untuk menjaga segala kemungkinan, lebih baik membawa persediaan air secukupnya dari bawah. Perjalanan masih relatif landai dan waktu tempuh ± 1 jam untuk sampai di Pintu Rimba.

Pintu Rimba (1.800 mdpl) – Pos Bangku Panjang (1.909 mdpl)

Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian, berada dalam batas antara ladang dan hutan heterogen, disini ada shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri jika kita menghadap gunung Kerinci. Jarak tempuh ± 2 km atau 30 menit perjalanan, dengan lintasan yang relatif landai.

Pos Bangku Panjang (1.909 mdpl) - Pos Batu Lumut (2.000 mdpl)

Menuju Batu Lumut, medan pendakian masih landai dan jarak tempuhnya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 30 menit.

Pos Batu Lumut (2.000 mdpl) - Shelter I (2.225 mdpl)

Pos Batu Lumut merupakan tempat istirahat namun tidak ada shelternya tetapi disini ada lokasi airnya (air endapan). Memang lokasinya di sungai, tetapi sungai ini kontemporer yang hanya berair di musim hujan. Jarak tempuh menuju Shelter 1 sejauh 2 km dengan waktu tempuh ± 1 jam. Kondisi jalan setapaknya relatif terjal dengan kemiringan sekitar 60º.


Shelter I (2.225 mdpl) – Shelter II (3.073 mdpl)

Perjalanan menuju Shelter II terasa lebih ekstrem dengan menempuh medan “tanjakan tenyom” dan pepohonan yang tidak lagi rapat, di sepanjang perjalanan tidak terdapat sumber air. Waktu tempuh dari Shelter I – Shelter II ± 2,5 Jam. Shelter II ini disarankan sebagai tempat Camp atau bermalam selain karena terdapat sumber air, walaupun cukup curam untuk mencapainya tetapi sumber air tidak pernah habis, ditambah kondisi Shelter yang terlindungi. Shelter II memang tempat paling ideal untuk bermalam, hanya saja kapasitasnya yang tidak dapat menampung banyak tenda cuma sekitar 5 tenda yang mampu tertampung. Pada Shelter ini kita sudah dapat melihat Danau Gunung Tujuh.


Shelter II (3.073 mdpl) – Puncak Kerinci (3.805 mdpl)

Jalur yang dihadapi yaitu jalur batu cadas yang menghampar luas dan memakan waktu ± 4 jam untuk mencapai Puncak Kerinci. Selepas Shelter II, ± 1.5 jam kemudian akan menjumpai Shelter III (3.351 mdpl), sangat tidak disarankan untuk nge-Camp / bermalam di Shelter ini karena letaknya yang sangat terbuka dari terpaan angin.
Kendala utama untuk menggapai puncak yaitu selain cadas-cadas terjal, adalah tiupan angin dan hujan gerimis yang tak terduga. Sungguh akan sulit sekali. Suhu paling dingin mencapai 4 derajat cel¬cius. Menurut brosur terbitan Kantor Pusat Pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat, puncak Gunung Kerinci pernah diselimuti salju. Penduduk sekitar mengaku tak pernah melihatnya, tetapi pernah diguyur hujan es. Itupun sudah sangat lama sekali. Yang pasti ± 1 jam menjelang puncak, akan ditemukan tugu Yudha. Dinamakan demikian karena di tempat inilah tempat hilangnya seorang pendaki asal Jakarta. Sebagai tanda, dibuatlah prasasti yang diapit cadas.

Selain tugu Yudha, juga ada sebuah prasasti lain yaitu tugu untuk mengenang kematian Adi Permana Adji, pendaki asal Camp Stick Jakarta yang hilang bulan Desember 1983. Di lokasi kedua tugu ini juga upacara 17 Agustus biasa dilakukan. Tempat upacara paling tinggi di Pulau Sumatera. Biasanya di tempat ini kabut tebaI telah bercampur asap belerang. Umumnya pendaki akan mengalami gangguan pernapasan, batuk, dan mata berkunang-kunang. Tetapi tidak lama, setelah beradaptasi sebentar, akan normal kembali. Akan lebih baik jika tidak usah beristirahat lagi langsung melanjutkan pergerakan menuju puncak.

Puncak Kerinci dapat dikenali dengan pasti setelah melihat bendera merah putih (jika masih ada) terpancang pada sebuah tiang besi setinggi empat meter. Melihat ke bawah, kawah masih tertutup kabut. Bisa dikatakan kabut menutupi kawah selamanya. Kabut abadi. Diyakini, tak seorang pun pernah melihat dasar kawahnya.

Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk menuju Puncak Kerinci dari Shelter II yaitu : Shelter II – Shelter III : 1.5 jam, Shelter III – Tugu Yudha : 1.5 jam, Tugu Yudha – Puncak Kerinci : 1 jam. Total : 4 jam.


Turun Gunung

Turun gunung, seperti biasa, pasti lebih mudah dibanding mendaki. Hal ini juga berlaku untuk pendakian Gunung Kerinci. Turun dari puncak hingga ke gerbang memakan waktu sekitar lima jam. Kalau berjalan lebih cepat lagi, bisa empat jam. Harus ekstra hati-hati memang. Menuruni gugusan cadas tetap menjadi adegan paling mencekam.
Tetap SEMANGAT.

Catatan :
Disarankan untuk tidak nge-Camp atau bermalam pada Shelter I (2.225 mdpl) karena Shelter ini masih merupakan daerah bermain ”sang nenek” (Macan Sumatera).

Untuk Informasi :
Agung Nugroho
Park Information Officer
Kerinci Seblat National Park
PO. Box 40 Sungai Penuh - Kerinci 37101
Phone 62-748-22250, 62-748-323781
Fax 62-748-22300
agungtnks@telkom.net
btnks@pdg.vision.net.id
www.kerinci.org

Baca juga artikel pendakian yang lain :
1. Pendakian Gunung Karang (1.778 mdpl) - Banten
2. Pendakian Gunung Semeru (3.676 mdpl) - Malang
3. Pendakian Puncak Sejati Gn. Raung (3.344 mdpl) - Banyuwangi
4. Pendakian Gunung Leuser (3.119 mdpl) - Aceh Tenggara
5. Pendakian Gunung Agung (3.142 mdpl) - Bali
6. Pendakian Gunung Rinjani (3.726 mdpl) - Lombok
7. Pendakian Gunung Ceremai (3.078 mdpl) - Kuningan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar